News Details

  • Hoerun Maulana N

Belajar Ngoding Tidak Harus Jenius

Banyak orang mengira bahwa untuk bisa belajar ngoding dan menjadi seorang programmer, seseorang harus memiliki tingkat kecerdasan yang sangat tinggi atau jenius di bidang matematika. Anggapan ini membuat banyak orang merasa minder bahkan takut untuk mulai belajar pemrograman. Padahal, kenyataannya belajar ngoding tidak harus jenius, tetapi membutuhkan kemauan, konsistensi, dan cara belajar yang tepat.

Mitos Tentang Programmer

Salah satu mitos terbesar di dunia teknologi adalah anggapan bahwa programmer adalah orang-orang yang jenius dan selalu paham kode sejak pertama kali belajar. Padahal, hampir semua programmer profesional pernah mengalami kesulitan, kebingungan, dan error saat pertama kali menulis kode.

Pemrograman bukan tentang siapa yang paling pintar, melainkan tentang siapa yang mau terus belajar dan mencoba. Kesalahan dan error justru menjadi bagian penting dari proses belajar yang membantu meningkatkan kemampuan.

Ngoding Lebih Tentang Logika daripada Kepintaran

Dalam pemrograman, logika dan cara berpikir sistematis jauh lebih penting dibandingkan kecerdasan akademik. Seorang programmer dituntut untuk memecahkan masalah dengan langkah-langkah yang jelas dan terstruktur.

Logika ini dapat dilatih melalui latihan rutin dan pengalaman. Semakin sering seseorang berlatih, semakin terbiasa pula pola berpikirnya dalam menyelesaikan masalah pemrograman.

Proses Belajar yang Bertahap

Belajar ngoding tidak bisa dilakukan secara instan. Banyak pemula yang merasa kecewa karena ingin langsung bisa membuat aplikasi besar, padahal belum memahami dasar-dasarnya.

Proses belajar yang ideal adalah memulai dari konsep sederhana seperti variabel dan percabangan, lalu meningkat ke materi yang lebih kompleks. Dengan cara ini, pemahaman akan menjadi lebih kuat dan tidak mudah lupa.

Konsistensi Lebih Penting daripada Kecepatan

Belajar pemrograman tidak harus lama setiap hari, tetapi harus konsisten. Belajar 30–60 menit secara rutin jauh lebih efektif dibandingkan belajar berjam-jam tetapi jarang dilakukan.

Konsistensi membantu otak terbiasa dengan logika pemrograman dan membuat proses belajar menjadi lebih alami. Lambat bukan masalah, berhenti belajar justru menjadi kendala terbesar.

Semua Programmer Pernah Jadi Pemula

Tidak ada programmer hebat yang langsung mahir sejak awal. Semua pernah berada di posisi pemula yang sering melakukan kesalahan dan merasa bingung.

Perbedaan antara programmer yang berhasil dan yang menyerah terletak pada ketekunan dan kemauan untuk terus belajar. Selama masih mau mencoba dan memperbaiki kesalahan, kemampuan akan terus berkembang.

Kesimpulannya : 

Belajar ngoding bukanlah tentang menjadi jenius, melainkan tentang membangun kebiasaan belajar yang baik, konsisten, dan tidak mudah menyerah. Dengan mindset yang tepat, siapa pun dapat mempelajari pemrograman dan berkembang di dunia teknologi. Jangan takut mencoba, karena setiap baris kode yang ditulis adalah langkah menuju kemampuan yang lebih baik.


Hoerun Maulana N
-